Pembelajaran Berdiferensiasi

A. Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan sebuah model pembelajaran yang memungkinkan guru untuk memenuhi kebutuhan belajar individual setiap peserta didik di kelas.  Dalam prakteknya, guru akan menghadirkan materi dan aktivitas yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan gaya belajar masing-masing murid. Pembelajaran berdiferensiasi memberi keleluasaan pada murid untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan aspek kesiapan belajar, minat, dan profil belajar murid tersebut.

Aspek kesiapan belajar berkaitan dengan kapasitas untuk mempelajari materi, konsep, atau keterampilan baru. Sebuah tugas yang mempertimbangkan tingkat kesiapan murid akan membawa murid keluar dari zona nyaman mereka dan memberikan mereka tantangan, namun dengan lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap dapat menguasai materi atau keterampilan baru tersebut. 

Pada aspek minat berkaitan dengan keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri. Pada aspek Profil belajar murid terkait dengan banyak faktor diantaranya: preferensi terhadap lingkungan belajar, pengaruh budaya, preferensi gaya belajar serta preferensi berdasarkan kecerdasan majemuk (multiple intelligences).

Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru perlu berkomunikasi dan membangun hubungan saling percaya dengan murid-muridnya untuk mengetahui perasaan, latar belakang, keinginan, minat dari murid-muridnya. Kesemua informasi tersebut kemudian akan digunakan oleh guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai untuk murid-murid mereka, dengan harapan murid-murid akan merespon dengan baik pembelajaran yang telah dirancangnya. Inilah alasan mengapa proses mengidentifikasi kebutuhan murid penting untuk dilakukan.

B. Komponen Pembelajaran Berdiferensiasi

Terdapat tiga komponen dalam pembelajaran diferensiasi yang dapat diterapkan oleh guru, yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk (Tomlinson, C. A.; 2000; 2001) yaitu antara lain:

1. Diferensiasi Konten

Diferensiasi konten berfokus pada bagaimana materi pembelajaran disajikan kepada peserta didik dalam diferensiasi konten, guru mengubah materi pelajaran agar sesuai dengan tingkat pemahaman, minat, dan gaya belajar peserta didik. 

Contoh diferensiasi konten diantaranya: 

• Menyediakan bahan bacaan dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

• Menyediakan video, grafik, atau multimedia untuk mendukung pemahaman

• Memberikan proyek atau tugas tambahan untuk peserta didik yang lebih maju.

2. Diferensiasi Proses

Dalam diferensiasi proses, guru dapat menggunakan strategi pembelajaran yang beragam agar sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan belajar peserta didik. Tujuan utamanya adalah memfasilitasi setiap peserta didik untuk dapat melakukan aktivitas belajar yang sesuai dengan kebutuhan belajar.

Contoh diferensiasi proses diantaranya: 

• Menggunakan stasiun belajar atau rotasi aktivitas untuk memenuhi gaya belajar yang berbeda

• Mengadakan diskusi kelompok kecil untuk mendukung kolaborasi.

• Menyelenggarakan pembelajaran berbasis proyek untuk memfasilitasi pemahaman konsep.

3. Diferensiasi Produk

Diferensiasi produk merupakan variasi hasil tugas pembelajaran dan penilaian produk atau hasil belajar peserta didik. Dalam diferensiasi produk, guru memberikan pilihan kepada peserta didik untuk mengekspresikan pemahaman mereka melalui berbagai produk atau karya. 

Contoh diferensiasi produk diantaranya: 

• Memberikan pilihan dalam format penugasan, seperti laporan tertulis, presentasi, atau proyek visual

• Memungkinkan peserta didik untuk membuat produk kreatif yang 

• Memberikan proyek kolaboratif yang melibatkan peserta didik dalam menghasilkan produk bersama.

Selanjutnya untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, diperlukan kondisi lingkungan yang mendukung pembelajaran diferensiasi antara lain:

• Setiap orang di dalam kelas akan menyambut dan merasa disambut oleh orang lain

• Setiap orang di dalam kelas saling menghargai

• Murid akan merasa aman

• Ada harapan bagi pertumbuhan

• Guru mengajak murid untuk mencapai kesuksesan;

• Adanya bentuk keadilan dalam bentuk nyata; dan

• Guru berkolabroasi dengan murid untuk mencapai pertumbuhan dan kesuksesan bersama

Selanjutnya dalam praktik pembelajaran berdiferensiasi, penilaian formatif memegang peranan yang sangat penting. Penilaian formatif dilakukan saat proses pembelajaran masih berlangsung.

Hasil dari penilaian ini akan menjadi sumber yang sangat berharga untuk mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar murid, sehingga lewat proses ini, guru akan dapat mengetahui bagaimana ia dapat melanjutkan proses pengajaran yang ia lakukan dan memaksimalkan peluang bagi tercapainya pertumbuhan dan kesuksesan murid dalam materi tersebut.

Pada akhirnya dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, kebutuhan belajar murid sebagai seorang individu akan perlahan-lahan terwujud. Saya percaya bahwa ketika kebutuhan belajar anak terpenuhi maka mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

C. Cara Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi

Berikut ini adalah cara menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas yaitu antara lain:

1. Mengamati perilaku murid

Guru dan tenaga pendidik perlu untuk mengamati perilaku siswa baik saat di dalam kelas maupun pada waktu jam istirahat. Sebab, terdapat kesamaan perilaku yang ditunjukkan oleh tiap-tiap peserta didik sehingga guru dapat menyesuaikan kebutuhan dan metode transfer ilmu yang akan dilakukan.

2. Mengidentifikasi Pengetahuan Awal

Identifikasi pengetahuan awal bisa dilakukan oleh para guru pada saat mengawali proses kegiatan belajar dan mengajar. Disamping itu, identifikasi kemampuan dan pengetahuan awal juga bisa dilakukan ketika memasuki bab atau pembahasan/tahap pelajaran baru. Identifikasi pengetahuan awal bisa dijadikan sebagai pemetaan terhadap kemampuan dasar peserta didik untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan belajarnya.

3. Menggunakan Berbagai Bentuk Asesmen Formatif

Guru perlu melakukan pengumpulan data terkait dengan kemajuan siswa dalam menguasai kompetensi yang ditargetkan.

4. Berbicara dengan Murid Sebelumnya

Komunikasi oleh para guru sangat penting untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan belajar murid-muridnya. Hal ini penting dilakukan untuk dapat memaksimalkan proses transfer ilmu karena sesuai dengan kebutuhan para murid.

5. Membaca Rapor Murid dari Kelas Sebelumnya

Guru dan tenaga pendidik juga perlu untuk melakukan penilaian performa peserta didik di kelas sebelumnya. Hal ini karena sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga guru bisa mempertimbangkan materi belajar yang akan diajarkan kepada siswa.

6. Mereview dan Melakukan Refleksi terhadap Praktik Pengajaran

Guru perlu melakukan peninjauan ulang terhadap praktik pengajaran yang sudah dilakukan. Hal ini untuk menyelaraskan bahan ajar dengan kemampuan siswa dalam menerima materi yang telah diajarkan.

D. Modul Ajar Pembelajaran Berdiferensiasi

Modul ajar berdiferensiasi adalah perangkat ajar yang dirancang dan disesuaikan dengan berbagai kebutuhan, gaya belajar, minat, dan tingkat kemampuan siswa. Tujuannya untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat belajar dengan cara yang paling sesuai dengan mereka sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif.

Disusun oleh: Ahmad Zamhari


Posting Komentar untuk "Pembelajaran Berdiferensiasi"